fbpx

Kekristenan bukan Berdasar pada Aturan tetapi Hubungan.

Dave Enns (WTPapua ) – Doc. Media GIDI

– Dave Enns (wt Papua)

Bacaan : Efesus 3 : 14 – 21

Sahabat Injili,
Didalam menjalani Kehidupan Kekristenan kita, pasti ada banyak sekali
pertanyaan – pertanyaan yang timbul dalam diri kita, Jemaat kita dan juga
persekutuan – persekutuan yang kita layani. Salah satu pertanyaan yang sering
timbul adalah “ Mengapa Jemaat – Jemaat kita begitu dangkal dalam Imannya?”

Suasana Persekutuan Doa Pagi di Kantor BPP GIDI – Doc. Media GIDI

Sahabat injili,
ada beberapa penyebab umum yang seringkali terjadi dalam tubuh pelayanan kita. seperti cara kita dalam membuat perbedaan terhadap orang – orang yang ada dalam pelayanan kita. Seringkali kita dalam melayani lebih menghargai orang yang berstatus (Pejabat Pemerintahan dan lembaga lainnya) dan itu baik, tetapi penghargaan yang sama juga harus diberikan kepada orang biasa atau orang yang tidak berstatus. Tidak hanya dalam pemberian penghargaan tetapi juga dalam hal Menghakimi, Kita sebagai orang Kristen lebih biasa menghakimi dari pada membangun. Ini semua dapat menjadi kendala mengapa jemaat – jemaat kita begitu dangkal dalam imannya.

Suasana Persekutuan Doa Pagi di Kantor BPP GIDI – Doc. Media GIDI

Lalu, Apakah seorang Kristen yang sejati ?
apakah seorang Kristen karena Perbuatan Baik ? apakah dia seorang Kristen
karena tidak Merokok, Makan Pinang, dan Narkoba? Apakah dia seorang yang rajin
ikut gereja hari minggu dan hari doa lainnya ? atau bagaimana dapat di
definisikan orang Kristen yang sejati ?

Sahabat injili,
Kekristenan yang sejati bukan berdasar suatu Peraturan tetapi berdasar kepada suatu hubungan.

Bapak Dave Enns ketika memberikan Renungan Pagi di kantor BPP GIDI – Doc. Media GIDI

Sama seperti seorang murid Yesus bukan seorang
yang sempurna tetapi seorang yang mempunyai keyakinan bahwa hanya Yesus satu –satunya
yang mempunyai kata-kata hidup kekal (Yoh. 6 :68,69). Seorang Kristen yang
sejati dan sungguh – sungguh adalah seorang yang “Menyangkal dir, Memikul
salibnya setiap hari dan Mengikuti Yesus ( Lk. 9:23).

Seorang Kristen yang sejati bukan mengenai apa yang dia percayai atau lakukan, melainkan Siapakah Tuhan dalam kehidupanya !

Pandangan (World View) kita terhadap Yesus akan mempengaruhi cara kita memposisikan Yesus dalam Hati kita.

Pdt. Bastian Ondi (Dep. Pendidikan GIDI)

Lebih banyak kita berdoa untuk Allah mengasihi saya (AKU) itu baik dan Allah telah telah Mengasihi kita sejak semula (Yoh 3 : 16) tetapi Jarang sekali kita berdoa untuk Mengasihi Allah.

Pdt. Dorman Wandikbo (Presiden GIDI)

Sahabat Injili, Anda juga dapat menemukan beberapa video kami berikut ini, selamat menonton dan Salam Injili.