MEMPERBESAR SUKSES BERSAMA TUHAN

Sukses Besar HAK setiap anak TUHAN – WM _ Media GIDI

Sebuah
Refleksi Firman Tuhan dari pengalaman Daud mengalahkan Goliat
dalam 1 Samuel 17 : 32 – 52

“ Jangan pernah gagal untuk mengingat, bahwa sukses hak dan property setiap anak TUHAN yang senantiasa mengandalkan –NYA ”.

Nats : 1 Samuel 17 : 32 – 52
Tema :

“ Memperbesar Sukses bersama TUHAN “

Pend : ada pasal penting dalam 1&2 Samuel, yaitu;

(1). 1 Sam. 17 – Tentang Sukses Daud
(2) 2 Sam. 11 – Tentang Kejatuhan Daud Sebagai Raja

Mengapa
Temanya “ Memperbesar Kemenangan bersama Tuhan ?”

Karena
menurut rekomendasi hamba Saul dlm 1 Sam 16-18, Daud adalah seorang yang
sukses, yang mengalami banyak sukses pada masa mudanya. Rekomendasi itu
menyebut bahwa :

  1. Daud
    seorang yang pintar main musik
  2. Daud
    seorang pahlawan yang gaga perkasa (biasa berkelahi dengan binatang buas)
  3. Daud
    seorang yang pandai bicara (seorang orator)
  4. Daud
    seorang yang ganteng, tampan, elok perawakannya
  5. Daud
    seorang yang disertai Yahwe (TUHAN menyertai Daud)

Dari
Rekomendasi ini jelaslah bahwa Daud sudah sukses dimasa mudanya, namun hari ini
akan memperbesar sukses bersama Tuhan ketika ia mengalahkan Goliat. Dari sukses
itu, Daud diincar oleh banyak wanita cantik di Yerusalem (1 Samuel 18), namun
Daud memtingkan sukses bersama Tuhan daripada yang lain.

Tahuakah saudara,  apa yang menyebabkan Daud sukses mengalahkan Goliat yang gagah perkasa itu? Bagaimana caranya Daud yang muda ini, yang sudah sukses dimasa mudanya bisa memperbesarnya suksesnya mengalahkan Goliat (Tantangan yang besar)? Nats kita mengungkapkan (3) tiga langkah penting yang diambil oleh Daud sehingga dapa mengalahkan Goliat (tantangan besar) :

Langkah Pertama :

DAUD MENGABAIKAN APA KATA ORANG
LAIN

(
Daud mengabaikan suara minor ). Daud tidak mementingkan pendapat orang lain
tentang Goliat

(
Tantangan yang dihadapi bangsa Israel ). Daud tidak mau mendengar opini sumbang
tentang tantangan yang dihadapi.

  1. Mayoritas bangsa Israel sedang tawar hati, cemas, takut, bingung,  putus asa menghadapi Goliat ( tantangan besar ) dan yang lain melarikan diri  ( ayat 11, 24,32 ).

Daud
tidak terpengaruhi dgn keadaan bangsa Israel. Ia tidak ikut-ikutan takut,
cemas, putus, asa, bingung dan tawar hati menghadapi tantangan yang dihadapi.
Ia tidak mau terpengaruh dengan pendapat orang lain dan juga situwasi yang
dialami oleh bangsa Israel. Daud tidak ingin ada di barisan bangsa I srael yang
suda mengalah sebelum berperang.

  1. Musuh yang dihadapi  ( Goliat ):
    1. Seorang pendekar
    2.  Tingginya 2,80 cm
    3. Pakai baju zirah bersisik dengan berat 6 kg
    4. Ujung tombak 7 kg

Goliat minta berkelahi
satu lawan satu. Ini benar-benar tantangan besar karena diluar diluar kemampuan
Daud sebagai seorang gembala.

  •  Kata-kata yang melemahkan dan meremehkan kemampuan Daud datang dari kakaknya

Elia ( ayat
28 ). “… Mengapa engkau datang? Dan pada siapaka kautinggalkan kambing domba
yang dua tiga ekor itu di padang gurun?…”

  •  Raja saul berkata kepada Daud:” Tidak mungkin
    engkau menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih
    muda…”

Ada contoh-contoh di
dalam Alkitab tentang orang-orang besar yang perna dipengaruhi oleh kata-kata
orang dan mereka gagal sukses sebelum TUHAN menolong dan memberi jalan keluar.

  1. Ayub
    • Istri Ayub perna minta Ayub supaya mengutuki Allah, “ Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah…” ( AYUB 2:9 ) JAWAB Ayub: “ Engkau berbicara seperti perempuan gila, apakah kita mau menerimah yang baik saja dari Allah, tetapi tidak menerima yang buruk? ( ayat.10 )
    • Ayub perna dipengaruhi oleh kata-kata 3 temanya, sehinggaia hampir menyangkal dan mempersalahkan Allah( Ayub 2: 11-13). Ayub baru bertobat di pasal 42: 5, katanya: “ Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang engkau sekarang mataku sendiri memandang Engkau, sebab itu aku mencabut perkataanku…”
  2. Musa
    Musa perna dipengaruhi oleh orang-orang bajingan  ( orang-orang yang tidak percaya yang ikut keluar dari mesir pada waktu bangsa Israel, maka Musa perna minta TUHAN untuk membunuhnya ( Bilangan. 11:15 ). Begitu pesimis nabi besar ini

3. Elia
Elia perna putus asa dan lari persembunyi dari tantangan ( karena kata-kata izebel ). Elia nabi besar itu perna minta TUHAN Untuk mencabut nyawanya karena mendengar dan dipengaruhinya kata-kata izabel
( Raja-raja 19 : 4; 14-15 ).

Pelajaran
rohani atau Aplikasih untuk kehidupan kita:

  1. Bangsa
    Israel perna gagal dan mengembara 40 Tahun di padang gurun yang gersan karea
    mendengar kata-kata orang bajingan, orang yang tidak percaya Tuhan.
  2. Dalam
    kehidupan kristen kita, kalau ingin sukses, jangan perna mendengarkan kata-kata
    orang yang tidak percaya TUHAN. Jangan perna dengar orang yang suka ragu-ragu;
    Hindarilah orang yang tidak kuat imannya; Jangan bergaul dengan orang yang
    tidak tegar, yang cepat putus asa suka cemas, suka putus asa, Jangan bergaul
    dengan orang tidak kuat imannya. Jangan bergaul dan minta pendapat dari orang
    yang picik pikiranya, dari orang pesimis, dari orang yang nyali kerupuk.

LANGKA KEDUA : MENGUBAH
CARA PANDANG TERHADAP MASALAH/TANTANGAN

  1. Ketika
    mayoritas bansa Israel berfikir sulit, tak mungkin melawan Goliat??, Daud
    berpikir yang lain bahkan berbeda dengan bangsanya, juga dengan kakaknya dan
    raja saul.
  2.  Daud melihat Goliat tidak lebih dari seekor
    binatang  ( Ay.334-36 ) inilah cara
    pandang Daud
  3.  Daud tidak tergiur dan tidak tertarik dengan
    janji Raja ttg ank perempuannya yang mau dikawinkan apabila ada yang
    mengalahkan Goliat ( 25 )
  4.  Daud mengubah cara pandang dia terhadap
    persoalan. Ia mengubah mindset. Daud mengubah cara berpikir tentang menghadapi
    tantangan ( ayat 37 ). Daud melihat dan membandingkan kemampuan TUHAN dengan
    kemampuan Goliat.
  5.  Kunci kemenagan Daud adalah visinya yang
    berkata “ TUHAN yang melepaskan aku dari cakar singga dan beruang, Dia juga
    akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu; TUHAN yang sama menolong
    saya,  pasti sangat  mampu untuk menolong menghadapi tantangan
    pada hari ini. Tuhan lebih besar kemampuan-nya daripada Goliat ( tantangan hari
    ini )

Contoh
:

Ketika petrus mengubah
pandanganya tenatang ombak, lalu memperbesar tantangan ombak tersebut dan
memperkecil kemempuan Yesus, maka ia tenggelam. Kegagalan petrus di sini ombak
adalah mengubah persepsi nya tantang situasi ombak dan kemampuan TUHAN Yesus
Ombak dilihat lebih besar, lebih dasyat daripada kekuatan TUHAN Yesus. Dan
petrus tennelam dalam masalah, sebelum ditolong Yesus.

  1. Pelajaran rohani bagi kehidupan kita :
    1. Masalah kebanyakan bangsa Israel adalah “ Memperbesar tantangan dan memperkecil kemampuan TUHAN Allah ; Bilah bp/ibu sdr ingin maju dan mau sukses: jangan pikir terlalu tinggi-tinggi; kamu minoritas ; jangan pikir muluk-muluk ; kamu suda cukup mapan; hai itu mustahil; dan kata-kata yang membuat kamu lemahdan tidak berani untuk mencoba.
    2. Jangan perna melihat persoalanmu lebih besar, lebih hebat daripada kemampuan TUHAN. Cobalah belajar mengubah cara pandangmu, melihat TUHAN Allah lebih BESAR daripada persoalan yang dihadapi.
    3. Pengalaman-pengalaman kemenagan bersama TUHAN di masa lalu mungkin ada gunanya untuk diingat kembali, karena akan menolongbuntuk mengubah cara pandang dan jakin bahwa Allah lebih kuat dan sanggup menolong kita dalam menghadapi situasi dan tantangan hari ini.
    4. Detail-detail sukses bersama TUHAN dimasa lalu juga diingat penting, seperti yang dilakuan Daud.
    5. Selalu mencari bagian yang lemah dari tantangan tersebut. Setiap tantangan pasti ada sisi yang lemah, cobalah masuk dari sisi lemah tersebut. Daud selalu menangkap jenggot singa ( MUNGKIN, bagian yang terlemah dari singa ) untuk mengalahkan singa tsb ( ay. 35 )

LANGKAH KETIGA :
MEMFOKUSKAN DIRI PADA TUHAN

  1. Tujuan
    Daud pertama adalah mengatasi cemooh orang kafir pada barisan TUHAN ( ay. 26 ).
    Daud tidak rela  bila orang yang tidak
    percaya TUHAN  menghina orang-orang milik
    Allah. Goliat menghina bangsa Israel, yang sama artinya bahwa ia menghina
    TUHAN.
  2.  Tujuan Daud yang kedua adalah supaya seluruh
    bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah lebih besar dari Goliat ( masalah )
  3. Tujuan
    yang ketia dari Daud adalah supaya segenap jemaat Israel tahu bahwa TUHAN
    menyelamatkan bukan dengan pedang dabn bukan dengan lembing  ( tombak ). Sebab di tangan TUHANlah
    pertempuran dan iapun menyerahkan kamu kedalam tangan kami” ( ay.47 )

Pelajaran Rohani Bagi
Kita Pada Hari ini :

  1. Jangan selalu melihat persoalan,
    tapi arahkan hidupmu pada tujuan TUHAN dalam setiap persoalan. Coba selalu
    melibatkan kepentingan TUHAN dalam semua masalah dan tantangan. Memuliakan
    TUHAN selalu harus menjadi fokus kita dalam semua tantangan dan masala yang
    kita hadapi.
  2. Bersama TUHAN banyak hal yang
    mustahil bisa menjadi lebih gampang. Sukses lebih gampang diperoleh apabila
    bersama TUHAN dari pada tanpa TUHAN, karena kemenagan ada di tangan TUHAN.
  3. Kalou kepentingan TUHAN diutamakan
    dalam menhadapi masalah, maka TUHAN akan menolong lebih cepat untuk keluar dari
    masalah tersebut.

KESIMPULAN
:

  1. Tidak ada masala yang lebih besar bagi TUHAN Allah dan bila ada yang mustahil bagi kita, pasti hal itu tidak mustahil bagi TUHAN.
  2.  Coba selalu belajar untuk memperbesar kemampuan TUHAN dan memperkecil peroalan, ketika menghadapi masalah, agar sukses bisa didapat.
  3. Perhatikan 3 langka yang dilakukan oleh Daud ketika mengalahkan Goliat ( Tantangan yang besar ), bilah saudara mau sukses mengatasi masalah hidup yaitu :
    1. Jangan terlalu mendengarkan kata-kata yang melemahkan tentang masalah yang kita hadapi. Hindari opini minor tentang tantangan yang dihadapi.
    2. Cobalah mengubah cara melihat persoalan. Cobalah cara memandang persoalan dari segi kemampuan dan kesanggupan TUHAN pasti bisa mengatasi masalah apapun.
    3.  Arahkan hidup pada tujuan TUHAN yaitu memuliakan dan membesarkan nama TUHAN dalam setiap masalah yang kita hadapi. Bila ada bagianya TUHAN dalam menyelesaikan tantangan, maka tidaklah mustahil untuk dia terlihat dan memberikan sukses lebih besar lagi.

Jangan
perna gagal untuk mengingat bahwa :

“ SUKSES BESAR  HAK SETIAP ANAK TUHAN  “

By Documen : Bastian Ondi, Th.M

Sukses Besar HAK setiap Anak Tuhan – WM – Media GIDI

Sahabat  Injili,
Jika sahabat sekalian ingin melihat 
semua informasih yang tersedia dalam website ini

sahabat sekalian dapat klik pada tombol dibawah ini,

TUHAN YESUS MEMBERKATI 
SALAM INJILI

PENGINJILAN BELUM SELESAI