KASIH DALAM PERBUATAN MENEROBOS KEBEKUAN – Jejak Sang Penginjil Perempuan (Ibu. Marta B, Kobak – Departemen Perempuan GIDI)

Kasih dalam Perbuatan – Doc. Mernus – Media GIDI

Tetapi Petrus berkata, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, bangkit dan berjalanlah!”

(Kisah Para Rasul 3:6)

Bacaan : Kisah Para Rasul 3:1-10

Sahabat Injili –

Sesuatu yang sering kita lihat, dengar, alami akan membuat kita terbiasa. Bahkan bisa jadi tumpul. Misalnya, orang yang belum pernah diucapi kata mesra “Aku cinta padamu” pasti akan merona merah pipinya ketika mendengarnya untuk pertama kali. Jantung deg-degan, malam terasa panjang, mata sulit terpejam. Lain halnya dengan orang yang sudah biasa jatuh bangun dalam cinta. Efeknya pasti ada, namun tak sedahsyat yang pertama.

Demikian pula halnya dengan rasa kasihan. Semakin sering kita berjumpa dengan orang yang menghadirkan rasa iba, semakin biasalah hati kita. Banyak orang sudah biasa melihat orang lumpuh itu duduk tak berdaya, di pintu Gerbang Indah (ay. 2). Si lumpuh sendiri juga sudah amat terbiasa dengan keadaan dirinya. Para penggotongnya apalagi! Kini datanglah Petrus dan Yohanes membawa sesuatu yang baru. Mereka tidak memberi uang seperti kebanyakan orang. Mereka memberi sesuatu yang tidak biasa bagi si lumpuh. Kata mereka, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai kuberikan kepadamu”. Dan mujizat terjadi. Terjadinya mujizat diawali dengan kemampuan Petrus dan Yohanes lepas dari penjara kebiasaan yang menumpulkan hati nurani. Petrus dan Yohanes melihat si lumpuh dengan mata baru dan memberikan sesuatu yang baru.

Sahabat Injili – Kisah ini mengingatkan saya kepada seorang Penginjil Perempuan yang sangat inspiratif yang setiap hari-harinya hanya dilalui dengan hati yang penuh dengan belas kasihan karena telah jatuh cinta  kepada jiwa – jiwa dari semua orang yang di jumpainya.

Perjalanan ke Elseng – Doc. Otis Media GIDI

Lembah Grime dan Nawa merupakan salah satu tempat Penginjil ini melayani.  lembah yang mempunyai sejarah dan kisah yang berbeda dari daerah lainnya. Lembah ini bukanlah suatu lembah yang baru atau jauh dan terpencil. Namun, lembah ini merupakan lembah yang penuh dengan misteri, karena jaraknya yang tidaklah jauh dari Pusat Kota propinsi Papua (Jayapura) yang secara Rohani dan Jasmani perlu di tolong. Karena hanya membutukan beberapa jam menggunakan jalan darat. Ibarat Mata yang tidak dapat melihat telingah, meskipun jaraknya dekat tapi perlu dijangkau. Lembah ini menjadi tempat dimana sang penginjil ini menghabiskan hari-harinya. 

Berbekal Firman Tuhan (INJIL KRISTUS) sang penginjil ini terus giat melakukan penginjilan hanya untuk memberitakan kabar baik yaitu Berita keselamatan. “Semua Orang Kecil, Besar, Tua, Muda, Kaya, Miskin harus Percaya dan Menjadi Pengikut YESUS” inilah salah satu moto dari penginjil ini.

Moto inilah yang membawanya hingga menembus semua batas wilayah, kampung, hutan, sungai hingga distrik. Semua orang pun dijumpainya dengan latar belakang yang berbeda – beda.

Menyebrangi Sungai di Hutan Wimtin – Doc. Otis Media GIDI

Bersama team Kesehatan dan beberapa rekan pelayananya terus bersama menginjil dan sekaligus mengobati para Pasien dengan bermacam – macam penyakit. 

Tetapi Yesuslah yang diutamakan dalam setiap pelayanan Penginjilan sehingga semua batas – batas dapat dapat diterobosi dan  semua yang dilayaninya diubahkan dan Pulihkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Tidak banyak dari mereka semua ditarik oleh Tuhan dari Cengkraman Setan (Iblis) kepada Jalan yang baru bersama Tuhan Yesus Kristus. 

Setiap harinya ada banyak jiwa yang diInjili dan dilayani untuk menjadi pengikut Kristus. Haleluya segala Pujian, Hormat dan Kemuliaan hanya bagi Dia.

Sahabat Injili – Kita belajar dari dua Kisah ini bahwa ketumpulan belas kasihan bukan akhir cerita dan bahwa diperlukan selalu semangat mendobrak dan menerobos kebekuan hati dan ketawaran rasa melihat derita orang. Dengan apa yang ada dalam iman kepada Kristus kita dapat menghadirkan “kebaruan” pada orang-orang yang biasa dalam penderitaan.

Kasih harus dinyatakan dalam perbuatan kita.

Ibu Marta B, Kobak (Departemen Perempuan GIDI)

Sahabat  Injili,
Jika sahabat sekalian ingin melihat 
semua informasih yang tersedia dalam website ini

sahabat sekalian dapat klik pada tombol dibawah ini,

TUHAN YESUS MEMBERKATI 
SALAM INJILI

PENGINJILAN BELUM SELESAI