Surat Doa dari Bapa Kondabaga untuk Papua

Surat Doa ” BAPA KONDABAGA & IBU MARGY MARTIN ” – Doc. Media GIDI

Sahabat injili,
Berikut ini adalah Surat Doa dari Bapa Kondabaga (Dave Martin) Salah satu penginjil pertama di wilayah Pegunungan tengah papua (Wilayah Toli).

Bab 84. Pertama-tama kami mohon ma’af karena keterlambatan kami meneruskan pelajaran dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Sebabnya keterlambatan itu mulai dengan perjalanan Ibu pMargy bersama saya ke Israel dan Yunani. Kami tinggalkan rumah kami di Canada pada tgl 1  Agustus dan kembali pada tgl 26. Sejak kami pulang juga ada halangan (termasuk kemalasan!) Kami harap kalian akan makluminya.

Tetapi lebih dari itu, kami ingin menyampaikan terima kasih yang terdalam kepada Bpk Presiden GIDI dengan timnya yang mengundang dan menyediakan agar kami dapat mengunjungi Israel dan Yunani bersama-sama dengan grup Papua. Sepanjang umur kami tidak menduga bahwa pada suatu hari kami akan mengunjungi tempat-tempat di mana Yesus dan tokoh-tokoh Alkitab berjalan. Oleh karena kebaikan yang besar itu kepada kami, Mama Margy dan saya alami pengalaman seumur hidup yang luar biasa. Terima kasih banyak; kiranya Tuha memberkati kalian.

Sesudah kami pulang ke Canada, kami mendengar tentang situasi mendesak di Papua. Suatu
pertanyaan timbul di hatiku: Apa yang saya bisa menulis yang akan mendorong hati keluarga besar
kami di Papua? Kami sangat merindu agar kalian akan alami damai sejahtera dan agar kebenaran dan keadilan akan menang. Kami ingat bahwa Yesus datang “untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.” (Luk 1:79) Apa lagi Rasul Paulus mengajar “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.” (Rom 14:19).

Setiap hari Mama dan saya berdoa untuk situasi di Papua and untuk keluarga besar kami disana. Kami berdoa untuk pemimpin-pemimpin, baik dari gereja-gereja maupun dari pemerintah, dan meminta  kepada Tuhan supaya mereka semua “menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk  mengetahui kehendak Tuhan.” (Kol 1:9).

Sama seperti gembala ada untuk kebaikan domba-domba, demikian juga mereka yang memimpin di gereja. Paulus menyuruh majelis dari Efesus di KPR 20:28, “Hendaklah kalian menjaga diri dan jagalah juga seluruh jemaat yang telah diserahkan oleh Roh Allah kepadamu untuk dijaga; sebab kalian sudah diangkat menjadi pengawas jemaat itu. Hendaklah kalian menjaga jemaat Allah itu seperti gembala menjaga dombanya, karena Allah sudah menjadikan jemaat itu milik-Nya sendiri melalui kematian Anak-Nya sendiri.” Itulah kewajiban gembala-gembala jemaat masa kini, termasuk pada waktu terjadi peristiwa-peristiwa terhadap pemerintah seperti di Papua sekarang.

Sama seperti penilik jemaat ditentukan oleh Allah menggembalakan jemaat-Nya, pemerintah pun “ditentukan oleh
Allah.” Untuk apa pemerintah ditentukan oleh Allah? Menurut Rom 13:4 “pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu.” Kewajiban pemerintah adalah menjaga kebaikan masyarakat.

Mungkin banyak orang tergoda untuk mendukung atau bahkan bergabung dengan mereka yang
mengangkat senjata melawan pemerintah. Itu bertentangan dengan ajaran Alkitab. Perlu kita sadar bahwa musuh kita bukan pemerintah sendiri, melainkan kejahatan di mana-mana didapati, baik pada masyarakat maupun di bagian pemerintah atau mereka yang membawa senjata. Dan, “Janganlah membiarkan dirimu dikalahkan oleh yang jahat, tetapi hendaklah Saudara mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.” (Rom 12:21 BIS). Ingatlah bahwa “kita berjuang bukannya melawan manusia, melainkan melawan kekuatan segala setan-setan yang menguasai zaman yang jahat ini.” (Efe 6:12 BIS) Dari itu, “Pakailah seluruh perlengkapan perang yang diberikan Allah kepadamu…” (6:11) Sesudah Paulus menjelaskan tentang seluruh perlengkapan itu, ia berkata, “Lakukanlah semuanya itu sambil berdoa untuk minta pertolongan dari Allah. (6:18).

Kami menghormati pemimpin-pemimpin dari gereja-gereja Papua yang “mengejar apa yang
mendatangkan damai sejahtera.” Marilah kita semua mendukung mereka dalam doa, dan meminta
kepada Tuhan supaya, bersama dengan keluarganya masing-masing, mereka semua alami lindungan dan damai sejahtera dari Tuhan.

Kami berdoa agar beberapa poin tersebut dapat membantu sambil Saudara bergumul dengan
“peristiwa Papua.” Marilah kita semua berdoa untuk setiap pihak yang bersangkutan. Menurut Roma1:7, “Kepada kamu sekalian yang tinggal di (Papua), yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.” >>Amin<<

Surat Doa ” BAPA KONDABAGA & IBU MARGY MARTIN ” – Doc. Media GIDI