fbpx

FOKUS & TEKUN: TELADAN RAJA DAUD oleh Hoerlina Pahabol

FOKUS & TEKUN: TELADAN RAJA DAUD oleh Hoerlina Pahabol

Bacaan : I Samuel 16:7-13

latar belakang

Fokus dan Tekun : Teladan Raja Daud oleh Hoerlina Pahabol – DAUD adalah anak bungsu dari Isai. DAUD diberi tugas oleh ayahnya untuk menggembalakan kambing domba dan itulah rutinitas atau aktifitas sehari-harinya (ayat, 11). Pekerjaan seorang gembala adalah mengarahkan/menuntun ternaknya ke padang rumput dan tepi aliran air agar ternaknya bisa mendapatkan makan, minum dan kesejukan. Letak wilayah di mana DAUD tinggal adalah daerah tandus, maka Ia harus melewati beberapa tantangan, misalnya Ia harus berjalan kaki berkilo-kilo menuntun ternak-ternaknya untuk sampai pada tempat tujuan. Dan dalam perjalananya pun Si gembala muda ini juga sering berhadapan dengan binatang buas seperti, singa & beruang (I Samuel 17:33-36a). Ia melawan menaklukan binatang buas itu demi melindungi ternaknya.

Karakter DAUD yang penuh keberanian, tanggungjawab dan sabar ini, ternyata keseharianya  sebagai seorang gembala, dipandang sebelah mata oleh saudara-saudara dan orang-orang di sekitarnya. Disini DAUD tidak terpengaruh, namun Ia tetap menjadi diri sendiri walau tidak semua teman-teman sebayanya melakukan hal serupa denganya. DAUD tetap PUSATkan FOKUS, ENERGI dan PERHATIAN-nya penuh kepada tugas dan tanggungjawabnya yang dipercayakan ayahnya, Isai dengan baik dan rajin. Dalam perjalananya melewati padang gurun, DAUD mampu melewati tantangan seorang diri & disitu tidak dilihat oleh siapapun. Hanya TUHAN yang mengetahui.

Dalam proses hidupnya, Tuhan MELATIH, MENGASAH & MEMPERTAJAM KEAHLIAN & KEMAMPUAN DAUD di tempat tersembunyi dimana tidak ada orang melihatnya. Disini INTERGRITAS menjadi suatu nilai penting (apakah kita melakukan hal benar ketika orang tidak melihat kita?). Kemampuanya meremukan binatang buas beberapa kali telah melatih meningkatkan kepercayaan diri dan keberanianya. Sehingga pada akhirnya tercatat dalam sejarah, seorang gembala muda yang di pandang lemah oleh manusia MAMPU menaklukan musuh raksasa Goliat hingga tumbang terjatuh di tanah (I Sam 17:40-50) dan juga pernah diurapi menjadi raja bangsa ISRAEL.

  • REFLEKSI

Mungkin saat ini ada teman-teman sedang berada dalam dilemma & banyak pertanyaan muncul dibenak, seperti: ‘mengapa saya belum berhasil? mengapa saya belum lulus sekolah/kuliah? Kenapa saya tidak lebih hebat/pintar dari teman yang lain? mengapa teman-teman lain hidup lebih berkecukupan daripada saya? Kenapa pekerjaan saya begini-begini saja? Kapan/Kenapa saya belum dapat promosi dalam karir/kantor saya?’ Pertanyaan-pertanyaan ini kok seperti membanding-bandingkan diri dengan oranglain? Ini muncul akibat FOKUS yang TIDAK TERARAH pada tujuan hidup kita.

Mari belajar dari DAUD, walau pada waktu itu (saya bayangkan) dia diejek oleh kakak-kakak dan mungkin teman-teman sebayanya, tetapi dia punya FOKUS yang terarah. DAUD tetap maju dan tekun bekerja pada tugas dan tanggungjawabnya sesuai porsinya. Dia tidak ikut-ikutan (ikut rame) dan terpengaruh atas ocehan/apa yang dilakukan orang-orang disekitarnya. Dia tetap MENJADI DIRI SENDIRI maka hal ini menolongnya untuk memiliki fokus yang cukup tinggi untuk mengerjakan tugasnya dengan baik. Janganlah hidup didasari oleh perkataan/omongan orang lain tetapi hiduplah atas keyakinanmu sendiri. Apa yang kamu yakini dan perkataan atas hidupmu itu adalah doa yang akan menentukan masa depanmu.

Allah memberikan kekuatan untuk menaklukan singa, beruang dan Goliat dalam hidup kita bisa dengan cara menghapus pertanyaan penuh dilemma sebelumnya diatas dan gantikan dengan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengasah, melatih dan mempertajam diri kita sendiri. Tujuanya agar kita dapat diperbaharui dalam pikiran, mental, jiwa dan raga sehingga siap di pakai TUHAN seperti DAUD,:

Kalau Anda adalah seorang mahasiswa/siswa, pengusaha, hamba Tuhan, mama/ibu rumah tangga, bapak/kepala rumah tangga (siapapun kamu dan apapun profesimu):

  1. Seperti apa hubungan pribadi (hubungan spiritual) saya dengan Allah?
  2. Dimana fokus saya? (Apakah fokus saya lebih cenderung membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain atau saya pusatkan fokus saya pada tugas dan tanggungjawab saya?)
  3. Apakah saya sudah sepenuhnya menjadi diri sendiri ? (menerima kelebihan & kekurangan diri)
  4. Apakah saya tekun dalam pekerjaan/profesi/pelayanan yang sudah dipercayakan dengan baik?
  5. Apakah saya rajin? Konsisten ? Pekerja keras? Tak mudah menyerah?
  6. Apakah saya mulai/sedang/sudah pergunakan waktu dengan bijaksana untuk memaksimalkan potensi saya?
  7. Apakah kreatifitas dan keahlian dalam bidang yang saya gemari semakin meningkat? (masak, merajut, bercocok tanam, berternak, bermain musik, dll).
  8. Apakah waktu saya terbuang untuk hal-hal yang tidak mengasah, mempertajam dan melatih pengmbangan diri saya? (cth: habiskan waktu berjam-jam nonton, bermain media social, seperti facebook/istagram/twitter atau kegiatan bergosip).

Saya harap pertanyaan-pertanyaan ini dapat menjadi refleksi pribadi untuk mengintropeksi diri sendiri agar kita dapat mendisiplinkan diri kita sendiri dan mengarahkan fokus pada sasaran yang tepat, terutama pada saat tidak seorang pun melihat kita. Apalagi dengan situasi hari ini kita dihadapi dengan global pandemi Covid-19, saya harap refleksi ini dapat menolong teman-teman.

ALLAH MELATIH, MENGASAH & MEMPERTAJAM KEMAMPUAN & KEAHLIAN DAUD dalam kesendiriannya. ALLAH mempersiapkan DAUD untuk diurapi menjadi raja setelah melalui proses hidup yang panjang. Maka, ijinkan TUHAN MELATIH, MENGASAH & MEMPERTAJAM kita.

Teladan Raja Daud oleh Hoerlina Pahabol
Teladan Raja Daud – oleh Hoerlina Pahabol

SUARA PEREMPUAN GIDI

PELAYANAN KASIH DEPARTEMEN PEREMPUAN GIDI KEPADA MAMA-MAMA DIPASAR BARU SENTANI PAPUA

GIDI LIVE STREAMING