fbpx

TERIMAKASIH YESUS, UNTUK SEGALANYA

 

download

Tuhan telah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita sekalian (Yesaya 53:6)

Pembacaan : Matius 26:36-46

Sahabat Injili, Pernakah kita berpikir betapa berharganya kita di hadapan-Nya? ketika sang Pencipta, Penguasa, Pengendali yang Maha Kudus, Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Megah, Maha Mulia dan Maha Tinggi dan Maha Kaya, rela meninggalkan semua KEMAHAESAAN-NYA, hanya untuk menyelamatkan kita yang Lemah dan Hina ini. Walaupun seringkali bahkan berulang kali kita melakukan hal-hal yang tidak sesuai (tepat) dengan apa yang YESUS kehendaki tapi Kasih-Nya tidak perna terlambat sedetikpun menolong kita dan selalu ada bagi kita, Sungguh, ini merupakan suatu ANUGERAH yang sangat Besar bagi kita dan yang TAK TERLUKISKAN.

Sahabat Injili, Dalam Firman Tuhan kali ini, Sesudah YESUS membasuh kaki para murid-Nya dan merayakan Paskah bersama, Ia mengajak mereka ke taman dan “mulailah Ia merasa sedih dan gentar” (Matius 26:37). Setelah membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes lebih jauh masuk ke taman, Dia berkata, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku” (ayat 38).

Kemudian Yesus maju sedikit dan “sujud”. Kata-Nya, “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (ayat 39). Dan Dia melakukan hal ini tiga kali (ayat 44).

Bagaimana kita dapat menjelaskan dalamnya kepedihan yang dialami Yesus? Hanya dengan memahami arti “cawan” yang Yesus minta agar diambil oleh Bapa. Dengan menerima cawan itu, Dia akan memikul “kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6). “Cawan” itu dipenuhi oleh dosa-dosa dari semua makhluk di dunia.

Kepedihan hati di Getsemani memuncak di salib, dalam seruan-Nya yang menyayat hati: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46). Penderitaan fisik Yesus belum seberapa dibandingkan kepedihan terdalam yang sebenarnya terjadi di Kalvari. Di sana Yesus harus mengalami kenyataan yang sangat mengerikan karena ditinggalkan oleh Bapa-Nya. Allah membuat Yesus “menjadi dosa karena kita” (2 Korintus 5:21), sehingga Bapa harus meninggalkan- Nya.

Sahabat Injili, ini merupakan peristiwa yang sangat sulit dan sangat berat bagi Dia. Di saat benar-benar dalam keadaan –Nya sebagai 100% ALLAH tetapi juga 100% Manusia pilihan dan keputusan dan kerelaan-Nyalah kita bisa ada sampai saat ini.

So, Sahabat Injili, Marilah Berdoa Bersama;

Ampuni aku Yesus atas segala dosa yang aku perbuat.

Ampuni aku Yesus untuk segala pelanggaran yang aku lakukan di hadapan-Mu.

Ampuni aku Yesus di saat aku menghakimi sesamaku dan menilainya seolah-olah aku lebih baik dari mereka.

Ampuni aku Yesus karena menjadi orang tak tahu terima kasih, yang tak mau mengucap syukur pada-Mu.

Ampuni aku Yesus karena telah menukarkan-Mu dengan kesenangan dunia.

Ampuni aku Yesus karena, bukannya menjadi terang, aku malah membiarkan diriku diselimuti bermacam-macam kegelapan, seperti kepahitan, kebencian, kemarahan, dendam, dan hal-hal lainnya yang hanya merusak diriku sendiri.

Ampuni aku Yesus jika aku kecanduan melakukan hal-hal yang tak berkenan di hadirat-Mu: pornografi, rokok, narkoba, kecenderungan suka menyakiti hati orang lain, suka berbohong, sering memfitnah, dan semua bentuk kecanduan lainnya yang menjadi kebiasaan buruk bagiku.

Ampuni aku Yesus untuk itu semua.

Tapi bagaimana pun…

Terima kasih Yesus untuk kasih-Mu yang tak pernah habis dalam hidupku.

Terima kasih Yesus buat kesabaran-Mu dan kesetiaan-Mu yang membuat Dirimu selalu ada menemaniku bahkan di saat aku mau berlari menjauh meninggalkan-Mu.

Terima kasih Yesus buat pengharapan yang selalu ada di dalam-Mu.

Terima kasih Yesus untuk hidup yang telah Kau beri bagiku.

Terima kasih Yesus untuk kedamaian itu, yang selalu aku dapat di saat aku tinggal dalam hadirat-Mu.

Terima kasih Yesus untuk setiap tetes darah yang telah Kau curahkan di atas kayu salib untuk menyelamatkanku.

Aku tahu seharusnya segalanya telah berakhir bagiku. Tapi setiap kali aku jatuh, ternyata Kau tak rela membiarkan aku musnah. Kau selalu ada, Yesus, menyelamatkanku.

Kau membasuh hatiku dengan kasih-Mu dan mengajarkanku untuk tetap tegar menghadapi dunia ini, memprosesku agar semakin serupa diriMu, memegang erat selalu tanganku, dan menarik aku kembali di saat aku mulai menjauh dari-Mu.

Pada akhirnya aku hanya dapat mengatakan:

 

Tuhan Yesus, terima kasih untuk segalanya.”
De philosophisch-theologische hochschule hausarbeit schreiben lassen kosten münster www.