fbpx

Tidak mungkin ada Perdamaian Nyata tanpa Keadilan – Surat Doa dari Bapa Kondabaga (Dave Martin)

Bapa Kondabaga ketika duduk di Reruntuhan Kota Tua Korintus di Athena – Doc. Media GIDI

Sahabat Injili, Berikut ini adalah surat Doa dari Bapa Kondaba (Dave Martin), salah satu Penginjil Pertama di Pegunungan Tengah Papua (Tolikara).

Bpk Presiden GIDI, Bpk Pdt Dorman Wandikbo, bersama dengan para pemimpin dari 3
denominasi terkemuka lainnya di Papua menulis permohonan bantuan di mana mereka mengatakan: “tidak mungkin ada perdamaian nyata tanpa keadilan.” Itu benar. Tetapi bagaimana keadilan itu akan diperoleh?

Para pemimpin Gereja dalam sebuah meeting di Kantor Pusat GIDI – Doc. Media GIDI

Alkitab banyak berbicara tentang keadilan, dan itu sering digabungkan dengan kebenaran. Ketika Ratu Syeba mengunjungi Raja Soloman, dia berkata bahwa Tuhan “telah mengangkat engkau
menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.” (1 Raja 10:9) Ketika kebenaran ada, keadilan akan jadi. Tuhan “menghargai kejujuran dan keadilan;” (Maz 33: 5) Menurut Amsal 21:3 “Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pad korban.”

Baca Juga : Surat Doa dari Bapa Kondabaga (Dave Martin) untuk Papua

Masalanya, ada banyak dosa yang bermusuh dengan kebenaran. Dan kalau kebenaran dikalahkan, bagaimana keadilan akan dijalankan? Penipuan bermusuh dengan kebenaran; korupsi berlawan dengan kejujuran; ambisi pribadi berlawan dengan kekendak Tuhan dll. Misalnya kalau ada uang yang diberi khusus untuk dipakai untuk sesuatu, lalu diambil seorang lain untuk kepentingannya sendiri (baik suatu proyek, pelayanan, uang sekolah atau lain) itu juga korupsi yang berlawan dengan kehendak Tuhan. Itupun dosa. Itupun dosa yang mencegah keadilan, seperti anak-anak Semuel yang ” tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan.” (1 Sem 8:3)

Tentunya, semua orang yang mencintai jalan Allah dan mengikuti Tuhan Yesus ingin menjalani kehidupan yang meninggikan kebenaran. Kita berdoa agar kebenaran dan keadilan akan dijalankan
di tingkat nasional, tetapi kita juga harus mempraktikkannya dalam kehidupan kita sendiri. Memang pada masa ini seluruh Papua menderita karena ketidakadaan keadilan pada berbagai tingkat, dan saya harap Saudara bersedia memeriksa diri juga.

Perdamaian tergantung keadilan; keadilan tergantung kebenaran. Itu betul, baik untuk setiap
keluarga, maupun untuk setiap jemaat dan setiap bagian masyarakat. Yesaya 32:17 berkata “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.” Apalagi, “keadilan dan damai akan berpeluk-pelukan.”
(Maz 85:11 BIS). Kiranya Tuhan terus bekerja, baik di hati kita maupun di tingkat politik tertinggi, supaya kebenaran dan keadilan dijalankan supenuhnya dan kita semua mengalami perdamaian yang nyata.

Sambil kita menantikan keadilan dan perdamaian di seluruh Papua, kiranya kita masing-masing mengalami damai dan sejahtera yang diberi oleh Tuhan sendiri. “TUHAN, Engkau memberi damai dan sejahtera kepada orang yang teguh hatinya, sebab ia percaya kepada-Mu.” Yes 26:3. Setiap
Hari Minggu kita sebutkan salam satu kepada yang lain dengan kata “Syalom.” Itu kata Iberani yang dipakai dalam ayat tersebut – “TUHAN, Engkau memberi SYALOM…” Kiranya Saudara
mengalami SYALOM itu di hatimu, dan tak lama lagi di seluruh Papua yang kita cintai.
>> Amin <<